Setiba dari Singapura Novel Baswedan langsung memberi SEMANGAT LEBIH kepada para aktivis penegak hukum, pegawai dan penyidik KPK dengan mengatakan: “Kita (harus) semakin berani, semakin sungguh-sungguh dalam tugas memberantas korupsi. Jika apa yang terjadi dalam diri saya (lalu kita) menjadi takut, tentunya ini menjadi kemenangan bagi pelaku penyerangan, dan saya tidak ingin ini terjadi.” SEMANGAT LEBIH yang disampaikan penyidik KPK yang disiram air keras orang tak dikenal ini sama dengan pesan SEMANGAT LEBIH yang disampaikan pendiri bangsa, Prof, Mr. Dr. Soepomo disidang BPUPKI. Beliau mengatakan: “Paduka Toean Ketua. Yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidup negara, ialah SEMANGAT. SEMANGAT para penyelenggara negara, SEMANGAT para pemimpin pemerintahan.”

Menyimak penderitaan Novel Baswedan yang 10 bulan dirawat di Singapore General Hostpital, saya suka membayangkan betapa hebat derita Gatutkaca dalam ceritera Gatutkaca Sungging. Pada waktu itu Gatutkaca menggelar latihan perang di padang Kuru bagian selatan, Pandawa Mandalayuda. Aktivitas itu membuat Duryudana merasa terancam. Oleh karenanya dia mengutus pertapa dari Ngawiyat, Begawan Nilayaksa dan puteranya Dewa Pawaka untuk mengusir Gatutkaca. Dalam pertempuran, kulit dan mata Gatutkaca mlonyoh diterjang api. Setelah itu, raga yang berkelojotan tanpa daya, dibuang ditengah alas gung liwang-liwung menunggu ajal. Beruntung raja Mandura, Prabu Baldewa menemukannya. Segera Gatutkaca dibawa ke pertapan Kendhalisada untuk mohon pengobatan dari Resi Mayangkara atau Anoman. Semua sukses, kecuali ‘terbang’. Akhirnya, Anoman, Gatutkaca dan Baladewa pergi ke Klampisireng menemui Semar, mohon agar Gatutkaca bisa terbang kembali. Dan del…del…del… Gatutkaca terbang sumundhul ing awiyat.

Raga Gatutkaca yang mlonyoh, bisa disepadankan dengan kisah Novel Baswedan yang kedua netra-nya mlonyoh disiram air keras. Seperti halnya Duryudana yang gelisah, para koruptor berikut pendukungnya pasti gelisah akan aksi Novel Baswedan. Banyak kasus besar yang dia tangani, seperti kasus Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom dan Nunun Nurbaetie, kasus pengusaha Hartati Murdaya, kasus SIM Korlantas POLRI, kasus Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan yang terakhir adalah kasus e-KTP. Dari kasus e-KTP saja, berapa pejabat negeri yang bisa diadili dan terancam masuk bui. Oleh karena itu, tak ada cara lain kecuali menyingkirkannya.
Seperti halnya Gatutkaca yang tak langsung dibunuh, sutradara penyiram air keras juga melakukan hal yang sama. Rupa-rupanya para teroris ini lupa, bahwa masih ada Prabu Baladewa yang bisa membawa Novel ke Kendhalisada, yang di Jaman Now disebut Singapore General Hospital. Duryudana semakin gelisah, demikian pula para koruptor berikut pecundang.

Selain obat, SEMANGAT LEBIH bang Novel telah menyembuhkannya. Semangat Fitrah yang dicontohkan para pendiri bangsa, telah dia sundhul-poyuh menjadi SEMANGAT LEBIH bagi penyidik dan kawan-kawannya di KPK, aktivis anti korupsi serta penegak hukum. Sekarang dia masih belum bisa masuk kantor. Nanti, setelah disembuhkan Semar di Klampisireng, NOVEL dan SEMANGAT LEBIH-nya ingin terbang tinggi, guna mencengkeram si pencuri. MERDEKA.
TANCEP KAYON