1975
Sejarah Berdirinya SENA WANGI
SENA WANGI adalah akronim dari “Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia”. Organisasi sosial budaya yang bergerak dalam pelestarian dan pengembangan wayang. SENA WANGI berfungsi sebagai wadah bagi semua organisasi, yayasan atau lembaga, yang menangani berbagai jenis dan segi pewayangan yang terdapat di Indonesia. Pemilihan akronim itu mengandung harapan semoga organisasi nasional itu akan berdiri kokoh kuat dengan kepribadian agung seperti Sang Sena atau Bima, salah satu tokoh utama dalam dunia pewayangan, yang harum namanya. “Harum” itu sinonim dengan “Wangi”.
Asal mula terbentuknya SENA WANGI menjelang dan setelah diselenggarakannya Pekan Wayang Indonesia II/1974 pada waktu Panitia Pekan Wayang menghadap Presiden R.I., beliau menganjurkan supaya dibentuk semacam “sekretariat bersama” untuk mewadai semua organisasi, yayasan atau lembaga yang menangani pewayangan di Indonesia. Menghormati asas-asas “Kerakyatan” dan “musyawarah untuk mufakat”, para peminat pewayangan yang ada di Jakarta, sesudah berkonsultasi dengan tokoh-tokoh pewayangan dan pihak-pihak yang berwenang, kemudian menyelenggarakan Kongres Nasional Pewayangan Indonesia Pertama dalam tahun 1975, bertempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Kongres yang diadakan pada tanggal 11 dan 12 Agustus 1975 itu dengan suara bulat menyetujui pembentukan organisasi nasional sesuai saran Bapak Presiden itu. Kongres ini menugasi sebuah Dewan Formatir terdiri dari tiga orang yang diketuai pimpinan Kongres, Marsekal TNI H. Boediardjo, dengan anggota-anggota dr. R. Abdullah (Laksda TNI Purn.) dan R.E. Hendro Mulyono (Mayor-TNI A.D.) Sedang Pandam Guritno di tunjuk sebagai penyusun Rencana Anggaran Dasar SENA WANGI. Menjelang akhir tahun 1975 susunan Dewan Pengurus SENA WANGI dan Rencana Anggaran Dasarnya selesai disusun. Sampai sekarang setiap tanggal 12 Agustus diperingati sebagai hari kelahiran SENAWANGI.
