MO-LIMO

Gara-gara M. Hatta memberi nomor HP penyanyi Nayunda kepada Pak Menteri Yasin Limpo (SLY), ya sudah, wes-ewes jablas angine. Kalung emas, tas mewah Belanciaga, uang dll. mengalir deras ke-pedhang-dhut itu. Hm …

Dalam Wayang, Rahwana juga suka main MO-LIMO terutama MADON. Salah satunya dengan Sayempraba. Walau secara sembunyi-sembunyi Sayempraba juga pernah melakukannya bersama Anoman di Swelagiri. Kepadanya, Dasamuka memberi segala kemewahan.

Hubungan Rahwana dengan Sayempraba bisa disepadankan dengan SYL dengan Nayunda. Dalam Sidang Tipikor Jakarta, Rabu 29 Mei 2024 dia mengakui: “Saya pernah minta tolong langsung ke Pak Menteri untuk pembayaran cicilan apartemen.” Uih, joooz …

Sebenarnyalah, setiap orang, selalu rawan akan MO-LIMO atau lima godaan bagi manusia, ajaran Sunan Apel. Yang terkait dengan kasus SLY adalah MALING dan MADON.

MALING artinya mencuri atau korupsi. Dalam wayang, para pemimpin Astina telah mencuri Hutan Amarta dari Pemerintahan Wirata. Yang nantinya, Adipati Destarastra akan memberikan hutan itu kepada Pandawa. Dalam kekinian, SYL juga telah didakwa korupsi Rp 44.546.079.044,– .

MADON adalah suka main perempuan. Seperti ditulis diawal dongeng ini, Dasamuka juga telah melakukannya bersama Sayempraba. Bila mendengar jalannya persidangan, bisa saja hal serupa juga terjadi pada kasus SYL.

Sungguh kasihan Ibu SYL beserta keluarga besarnya. Masalah korupsi dan perlakuan istiwewa suaminya atas penyanyi dhang-dhut, yang pada Februari tahun 2023 merilis lagu ‘Menangis Semalaman’, so pasti akan melukai hati mereka.

Itu contoh konkrit bagi para pembesar negeri, agar jangan suka main MO-LIMO, terutama MALING dan MADON. MERDEKA.

TANCEK KAYON.

SUD

Pengamat Wayang

Semarang – Sabtu, 15 Juni 2024.