MEGA vs ANIES skor 1 : 1

1 : 0 untuk Megawati ketika dia memilih Pramono Anung ketimbang Anies Baswedan untuk Cagub Jakarta. Tanggapan publik: PDI-P ‘Tetep Banteng’. Sebaliknya, ketika DPD PDI-P Jawa Barat mohon kepada Anies untuk menjadi Cagub, wah … Slenca.

Slenca juga terjadi dalam cerita Abimanyu Gugur. Dalam Bharatayuda, Kresna minta agar Bima dan Arjuna selalu dekat dengan Yudistira. Tapi kenyataannya mletho. Dengan gelar Garuda Nglayang, Durna bisa memancing kakak beradik itu, justru menjauh dari Yudistira. Segera Durna mengubah gelar perang menjadi Cakrabyuha. Yudistira terjepit.

Petunjuk Kresna yang tak dipatuhi Bima dan Arjuna, bisa disepadankan dengan kebijakan “Tetep Banteng” tidak dipatuhi oleh Pengurus PDI-P. Puan Maharani seharusnya berani mengatakan: “Tidak,” atas pernyataan siapapun yang bisa melunturkan “Tetep Banteng”. Termasuk melarang DPD PDI-P Jabar, yang mohon kepada Anies, untuk menjadi Bacagub Jabar. Bila tidak, ya sudah, pasti pating clomet.

Dalam perkembangannya, Anies menolak permohonan mereka. Bila penolakan itu dikaitkan dengan Cagub Jakarta, posisinya: Mega satu, Anies satu.

Tentang permohonan ke Anies, rupa-rupanya Ketua DPD PDI-P Jabar, Ono Surono hanya bicara dengan mBak Puan. Buktinya, Mas Sekjen PDIP bilang, tak ada opsi bagi partainya untuk mengusung Anies di Pilgub Jabar 2024. Bahkan, tak ada komunikasi sama sekali dengan Mas Ono maupun Anies.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah bilang, Ibu Mega mau lihat, mana ‘kerbau’, mana ‘banteng’. Harapannya, kebencian terhadap Pak Jokowi jangan sampai merusak sikap ‘Tetep Banteng’. Masak mau menjadi ‘Bukan Banteng’?. MERDEKA.

TANCEP KAYON
SUD
Pengamat Wayang.
Semarang, Minggu, 1 Septembr 2024.