PAK JOKOWI vs KAESANG

Presiden Jokowi pernah mengingatkan: “Dalam situasi krisis global seperti ini, malah berbondong-bondong keluar ngeri, dipamer-pamerin diinstagram …” Peringatan ini dijawab dengan berita: Mas Kaesang beserta isteri, charter jet pribadi pergi ke AS. 

Sikap Kaesang atas peringatan Pak Jokowi juga ada dalam cerita Wahyu Cakraningrat. Dengan sungguh-sungguh Kresna menghantar Samba bertapa di hutan Kamyaka. Guna memperoleh Wahyu Cakraningrat. Samba gagal karena tak tahan hidup sederhana: bersenang-senang dengan 2 bidadari cantik. Yang sebenarnya jebakan Betara Guru dan Betara Nerada. Akibatnya, Wahyu Cakraningrat yang sudah ditangan lepas.

Samba pergi ke hutan Kamyaka, bisa disepadankan dengan perjalanan Kaesang ke AS. Terjadilah pro-kontra. Tak kurang Komisioner KPK, Alexander Marwata mengatakan: “Kan kita tahu orang tua dari Kaesang.”   

Lhadallah, pimpinan KPK pecah. Rabu, 4 September 2024, Juru Bicara KPK Tessa Mahardika mengatakan, pihaknya batal mengklarifikasi Kaesang. “Iya, sudah tidak  kesana lagi (undang Kaesang),” katanya.

Sesungguhnyalah, sikap KPK bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadapnya. Survei Litbang Kompas mencatat, responden yang “tidak puas” kepada KPK pada Juni 2024: 33,4%. Survei bulan Juli 2024 melonjak 2 kali lipat: 61,3%. Nah lo.

Seperti halnya Samba yang tak mempedulikan Kresna, publik juga ingin tahu, mengapa peringatan Presiden tak dipedulikan Kaesang? Bila informasi se-sederhana itu saja tak bisa dilakukan, ditambah dengan kepercayaan publik yang semakin merosot karena gagal Ganyang Korupsi, ya sebaiknya bubarkan saja KPK. MERDEKA.

TANCEP KAYON.

SUD

Pengamat Wayang

Semarang – MAWAR. Pencipta: Romo Dr. Ign. Kuntoro Wiryomartono SJ. Suara: Romo G. Budi Subanar SJ – “… Ri-ri landhep ora tedhas ketiban anyep…”, Senin 9 September 2024.