“Ada apa nih?,” ujar Ketua Nasdem Jakarta, Wibi, ketika dikasi tahu, PDI-P akan usung Anies sebagai Cagub Jakarta. Aneh? Bukankah PDI-P telah bertekat mengalahkan Cagub Koalisi Indonesia Maju, karena Pak Jokowi ada disitu? Menurut survei, hanya Anies yang mampu mengatasi semua kandidat. Itu tengara: Jokowi vs Mega terus berlanjut.
Cerita Sugriwa-Subali menggambarkan perselisihan dua saudara yang berlarut-larut. Awalnya sih hubungan Sugriwa-Subali baik-baik saja. Tapi peristiwa Cupumanik Astagina, tragedi Gua Kiskenda dan adanya intervensi Dasamuka, persaudaraan menjadi ambyar-mbyar-mbyar.
Seperti cerita Sugriwa-Subali, berbagai isu politik telah membuat hubungan Jokowi-Mega mangsuk-angin. Pak Jokowi telah meninggalkan Ibu Mega berikut PDI-P-nya. Akibatnya, Banteng Moncong Putih berantakan dalam Pilpres dan Pileg 2024. Dan menjelang Pilkada 2024, kondisi JOKOWI-MEGA sudah kumrengseng.
Kebanggaan Sugriwa-Subali atas
ayahandanya, Resi Gotama, juga terjadi dalam diri Jokowi-Mega. Ajaran Bung Karno berikut Pancasila-nya, menjadikan mereka bersatu membangun Republik. Tak terbilang, seberapa banyak keduanya bersumpah untuk melaksanakan Pancasila. Karenanya, tak beralasan untuk berselisih.
Sebenarnyalah, pelaksanaan Sila ke-3 Pancasila: ‘menempatkan kesatuan, persatuan, keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan’, sedang goyah. Padahal, Pancasila itu telah membuat decak-decak kagum dunia. Senin, 18 Desember 2023, saat Ibu Mega berkunjung ke Vatican-Roma, Paus Fransiskus berpesan: agar Presiden ke-V ini tetap menjaga ideologi Pancasila.
Kebetulan, besuk tanggal 3 September 2024, beliau-nya juga akan berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden. So pasti, Presiden-pun sudah tahu, apa yang pernah disampaikan Sri Paus kepada Ibu Mega.
Semoga, kunjungan ini bisa memberi inspirasi: Stop JOKOWI vs MEGA. MERDEKA.
TANCEP KAYON
SUD
Pengamat Wayang
Semarang, Minggu, 30 Juni 2024.
