KBRN, Jakarta : Sekertariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) genap berusia 49 tahun. Senawangi yang mengemban tugas untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan wayang serta seni pedalangan Indonesia, didirikan pada 12 Agustus 1975.
Untuk merayakan hari jadinya, Senawangi menggelar berbagai kegiatan dengan tema Harmoni Kemanusiaan dalam Seni Budaya Wayang. Rangkaian kegiatan, mulai dari donor darah yang bekerjasama dengan TNI AU dan PMI pada (12/8/2024).
Puncaknya adalah pergelaran Wayang Kulit dengan cerita Gandamana Luweng yang menampilkan dalang muda Ki Herjuno Pramariza Fadlansyah. Acara ini digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan TMII Pintu 1 Nomor 01, Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2024) malam.

Ketua Umum Senawangi, Marsekal Madya TNI (Purn) FH. Bambang Soelistyo, dalam sambutannya pada pergelaran Wayang Kulit ini mengatakan, selain melestarikan dan mengembangkan seni wayang, mulai tahun ini pihaknya sudah menyentuh kebutuhan kemanusiaan.
“Kita menyelenggarakan donor darah. Pesertanya mahasiswa dari UI, Unindra, dari masyarakat termasuk TNI. Tahun depan di hari jadi Senawangi yang ke-50 TNI Angkatan Udara mengajak kita untuk menyelenggarakan bhkati kesehatan. Itu kita sambut untuk membumikan nama Senawangi dan dunia pewayangan. Kita turun ke daerah terpencil, kita sediakan dokter, psikolog dan ada pertunjukan wayang meskipun tidak semalam suntuk,” kata Bambang.
Sebagai hasil perjuangan para sesepuh, Senawangi menurut Bambang saat ini merupakan satu-satunya organisasi pewayangan yang memiliki Akreditasi UNESCO. Dengan predikat seperti itu, jika Senawangi kurang gencar mengembangkan dunia pewayangan, maka Akreditasi UNESCO menjadi tidak ada manfaatnya.
“Kita menyadari bahwa Senawangi tidak bisa berdiri sendiri, perlu ada kolaborasi. Untuk itu saya tantang pemerintah, bolehkan kami untuk jadi mitra strategis pemerintah. Agar kami tetap semangat bertahan terhadap dunia pewayangan di Indonesia.

Sebelum pergelaran Wayang Kulit, juga dilaksanakan berbagai rangkaian acara. Salah satunya penandatanganan nota kesepakatan (MoU) Senawangi dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dalam kerjasama Mata Kuliah Filsafat Wayang.
Rangkaian acara sudah berlangsung sejak pukul 18.00 WIB, pergelaran Wayang Kulit baru dimulai pukul 21.00 WIB dan baru berkahir pukul 23.30 WIB. Pergelaran Wayang Kulit dihadiri mantan Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, para pecinta seni Wayang Kulit, serta mahasiswa dari sejumlah universitas.
Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Senawangi ke-49, Sumari berharap melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan pihaknya, seni wayang bisa terus mengalami perkembangan. Apalagi, saat ini tantangan kedepan lebih berat di era modern dan era masuknya digitalisasi seni pertunjukan.
“Ini adalah tantangan besar untuk membangun dunia pewayangan. Selain terus melestarikan seni wayang tradisi, kami juga mengembangkan wayang untuk generasi muda. Untuk itu kami terus mendorong agar seniman bisa berkreatifitas, wayang yang menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga wayang akan terus lestari,” katanya.
Sumber : rri.co.id

