AMICUS CURIAE

Mak regudug … puluhan tokoh rame-rame mengajukan diri sebagai AMICUS CURIAE atau Sahabat Pengadilan ke MK. Terkait sengketa hasil Pilpres 2024. Disitu ada nama Megawati Soekarnoputri. Yang penyerahan dokumennya dilakukan oleh Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto 

AMICUS CURIAE juga terjadi dalam cerita Kresna Duta. Yang diawaki oleh raja Mandaraka, Prabu Salya. Dalam perundingan antara Duryudana dan Kresna, dia menjadi orang bebas. Mau menyampaikan AMICUS CURIAE boleh, tidakpun ya nggak pa-pa.   Sebab, Mandaraka adalah negeri merdeka. Tidak dibawah kekuasaan Hastina maupun Pandawa.

Prabu Salya bisa diibaratkan sebagai Ibu Megawati. Menurut Mas Hasto, dia bertindak sebagai WNI biasa. Tidak ada sesuatu yang baru dari AMICUS CURIAE Megawati itu. Karena, sebagian besar telah disampaikan oleh PDI-P sebelumnya. 

AMICUS CURIAE juga disampaikan oleh Indonesian-American Lawyer’s Association (IALA) pada Rabu, 17 April 2024. Isinya, pertama, agar MK selaku penjaga amanah UUD 1945, yang sesuai wewenangnya bisa mengadili perselisihan Pilpres. Dua, agar MK membatalkan Putusan MK No.:90/2023 tentang syarat usia minimal Capres dan Cawapres. Kita tidak tahu, pakah AMICUS CURIAE IALA ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam Rapat Permusyawatan Hakim Konstitusi untuk menentukan keputusannya. Soalnya, pengajuannya melampaui batas waktu yang ditetapkan MK: Selasa, 16 April 2024 pukul 16.00 WIB. Hal sama juga terjadi pada AMICUS CURIAE yang diajukan oleh Habib Rijieq dkk. Wuaah, kalau ini bakal rame tenan. Apakah MK akan didemo? Kita belum tahu. Tapi, pada Jum’at, 19 April 2024, disekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, telah terjadi dua kelompok demo. Diperkerikan berasal dari kelompok Paslon no.: 1 dan Paslon no.: 2. Saling mengejek tak terhindarkan, sehingga bentrok-pun terjadi.   

Seperti halnya Prabu Salyo yang berharap agar masukannya memperoleh perhatian dalam perundingan Kresna – Duryudana, hal sama juga terjadi kepada para penyampai AMICUS CURIAE. Sayang, AMICUS CURIAE cenderung menjadi langkah politik praktis semata. Padahal, keputusan MK hari Senin 22 April 2024 akan mewarnai Panca Gatra Negara lima tahun kedepan. MERDEKA.

TANCEP KAYON.

SUD

Pengamat Wayang

Semarang – Sabar, sareh, soleh lan sumeh, kareben bisa sumeleh – Sabtu, 20 April 2024.