Timnas PSSI U-23 memang jago: anti suap. Cintaku hampir pulih, setelah 46 tahun wegah nonton. Terakhir aku nonton bola Indonesia ditahun 1978. Diajang Merdeka Games Kuala Lumpur. Dhuh … aku patah hati ketika mendengar pemain-pemain kesayanganku: Rony Paslah, Suaeb Rizal, Timo Kapisa, Robby Binur, Iswadi Idris dan Oyong Liza disebut-sebut menerima sogok. Sejak itu PSSI tak-jothak.
Sogok juga ada dalam cerita Anggada Duta. Dalam tugas ke Alengka, untuk menge-cek kekuatan dan kelemahan musuh, dia malah kena suap Dasamuka. Ya sudah, berbalik arah. Dia memusuhi Koalisi Rama-Sugriwa beserta munyuk-munyuk Guwakiskendha. Wathathithah … Beruntung Anoman bisa menyadarkannya.
Suap dalam cerita Anggada Duta bisa disepadankan dengan suap ditubuh PSSI. Ada 5 skandal sogok yang menghebohkan. Salah satunya: suap di Merdeka Games 1978 Kuala Lumpur. Saking sedihnya, semalaman aku tak bisa tidur. Hm …
Sekarang, semangat-ku nonton bola tanah air muncul kembali. Belum sepenuhnya sih, karena skandal suap yang dikalukan Vigit Waluya dalam Liga Indonesia 2023 masih menggelayut.
Dalam perang merebut kembali Dewi Sinta, Anggada yang dulu memberontak, sekarang justru telah membuat jasa besar. Dia menggagalkan usaha Indrajit menelikung Rama Regawa dengan menggunakan panah Nagapasa-nya.
Seperti halnya Anggada, mantan para pemain dan wasit PSSI yang bersalah sudah usai dengan hukumannya. Mantan kapten kesebelasan Timnas, Rukma-pun selalu memberi informasi yang dibutuhkan.
Akhirnya, terima kasih kepada Timnas U-23, Pak Eric Thohir, dan tentu saja kepada Mas Shin Tae Yoong. Tapi ADA YANG MASIH MENGGELAYUT: kasus Vigit Waluyo. Sikaaaaat … MERDEKA.
TANCEP KAYON
SUD
Pengamat Wayang
Semarang, Kamis 16 Mei 2024.
