Pulisi LAGI APES. Tatkala memperingati HUT ke-78, dengan menenteng citra positif 73,1%, mereka kebrongot kasus Vega Cirebon. Benar yang dibilang Presiden tentang POLRI. “ … rakyat juga melihat dari dekat seluruh gerak-gerik dan tindak tanduk Polri,” katanya. Dan itulah yang dilakukan publik dalam kasus Vega Cirebon.
Gebyar-gebyar nama Gatotkaca bersinar menerangi bumi. Ketika dia berhasil membunuh Prabu Kalapracona dan Patih Sekipu dari negeri Trabelasuket. Tapi, menjelang wisudan Pringgondani, Kurawa berteriak-teriak seperti para pengacara pro kontra kasus Vega Cirebon: “Gatotkaca sontoloyooo … Gatotkaca menggoda Prameswari Hastinapura, Dewi Banowatiiiii….” Dia-pun bertindak. Ternyata, pamannya, Brajadenta yang melakukan.
Cerita diatas, bisa menggambarkan keadaan POLRI saat ini. Gebyar-gebyar Gatotkaca, bisa disepadankan dengan apa yang diraih POLRI, dibawah Jendral Listyo Sigit. Citra positif ditemukan dalam survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 18-20 Juni 2024.
Dalam cerita Brajadenta mBalela itu, Gatotkaca siap bertanggung-jawab atas kematian kedua pamannya, Brajadenta dan Brajamusti. Hal sama juga berlaku bagi Pak Kapolri. Suka atau tidak, dia juga harus mau menerima, apapun keputusan Praperadilan Pegi Setiawan, yang akan dibacakan pada Senin, 8 Juli 2024. Dia harus bertanggung-jawab akan kejernihan kasus, yang sudah tertunda-tunda sejak tahun 2016. Bahwa akan ada kawan-kawan Bhayangkara yang terserempet kasus itu, sehingga mengganggu hubungan perkawanan, itu mah harga yang harus dibayar, demi kepercayaan publik atas POLRI. Percayalah, semua bisa dilakukan, bila Ganyang Korupsi menjadi pendekatan utama dalam pelaksanaanya.
Bahwa saat ini pulisi kita LAGI APES, ya bisa dimengerti. Yang penting bangkit kembali. MERDEKA
TANCEP KAYON.
SUD
Pengamat Wayang
Semarang, Jumat 5 Juli 2024
