Rabu 22 Mei 2024, Prabowo Subianto mengubah program unggulan ‘Makan Siang dan Susu Gratis’ menjadi ‘Sarapan bergizi gratis’. Lho, pigimana ini? Kok MENCLA-MENCLE?
MENCLA-MENCLE juga ada dalam cerita Kresna Duta.
Duryudana: “Benar, saya telah berjanji, bahwa Indraprasta akan saya kembalikan kepada Pandawa, setelah mereka usai menjalani hukumannya. Tapi saya kan nggak pernah mengatakan: tanggal, bulan dan tahun-nya. Jadi ya terserah saya dong.”
Kresna: “Lho, pigimana ini?”
Pernyataan Duryudana bisa disejajarkan dengan apa yang dikatakan Prabowo. Tatkala dia bilang ‘makan siang dan susu gratis’, para orang tua bertepuk-tangan. Mereka sudah membayangkan, tak perlu ribet ngurusi makan siang anak-anaknya. Biaya rumah tangga-pun bisa dihemat. Uih, joooz … banget. Makanya, dalam Pilpres 2024 mereka bilang: “Prabowo-Gibran Yes”. Tapi, setelah menang, eee … Gibran menawar. Program unggulan baru akan dilaksanakan dalam 100 hari kerja Pemerintahannya. Untuk seluruh Indonesia? Belum tahu. Soalnya, mereka sedang sibuk berebut jatah kursi Menteri. Terlebih, ketika harapan itu digoyah dengan istilah baru: ‘makan bergizi gratis’, wajar bila para orang tua khawatir. Nanti gek berubah lagi ya.
Secara prinsip, rakyat tidak boleh bernasip seperti Pandawa. Yang di-plekotho Duryudana dalam cerita Kresma Duta. Kita harus bertambah kritis atas Pemerintahan Presiden Jokowi dan Pemerintahan selanjutnya. Kesan MENCLA-MENCLE tentang ‘makan dan susu gratis’ harus dikritisi. Kritis yang berbudi pekerti luhur. Bukan kritisnya Mr. Dungu yang cenderung urakan. Lebih daripada itu, program apapun yang akan dilakukan, tapi bila tak peduli Ganyang Korupsi, ‘pasti gagal’. MERDEKA.
TANCEP KAYON
SUD
Pengamat Wayang
Semarang – Esuk tempe sore dhele – Senin, 3 Juni 2024.
