Sabtu, 5 Oktober 2024, bangsa ini merayakan HUT TNI ke-79. Luar biasa. Rakyat berbondong-bondong ke Monas, menyaksikan TENTARA RAKYAT beraksi. Wajar! Survei Litbang Kompas Juni 2024 menunjukkan, elektabilitas TNI mencapai 89,8%. Catatan: kesejahteraan-nya perlu ditingkatkan.
Elektabilitas tinggi, tapi kesejahteraan belum berimbang, juga terjadi dalam cerita Udawa Waris. Karena jasa-jasa Kyai Antyagopa, Kademangan Widarakandang dijadikan perdikan: bebas pajak atas negeri Mandura. Tapi, setelah Udawa menjadi Patih Dwarawati, status Perdikan tidaklah cukup. Untuk meningkatkan kesejahteraan, Udawa ingin, Kademangan ditingkatkan menjadi Kepatih-an dan mengayom kepada negeri Dwarawati.
Usaha Udawa, bisa disepadankan dengan usaha DPR-RI berikut Badan Legislatifnya (Baleg). Sayang keliru. Para wakil rakyat itu ingin merevisi UU No.: 34/2004, agar TNI bisa berbisnis. Lhaaa, ditentang banyak pihak. Tak kurang, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan: “Saya secara pribadi tidak setuju TNI boleh bisnis … TNI profesional. Jangan bergeser dari itu.”
Ya sudah, pembahasan revisi UU TNI di-stop.
Dalam cerita Udawa Waris, Baladewa, Kresna dan Udawa membawa status Widarakandang kepada raja Wirata, Prabu Matswapati. Beliaunya dianggap sebagai raja yang paling senior, dan punya catatan negara-negara kekinian. Benar. Disana tercatat, Alm. Prabu Basudewa telah membebaskan ahli-waris Widarakandang, untuk menentukan status wilayah itu. Dan Udawa-pun ngguya-ngguyu.
Seperti halnya Udawa, Pemerintah dan DPR-RI wajib meningkatkan kesejahteraan prajurit, tanpa harus merevisi UU No.: 34/2004. Selamat ber-HUT ke-79 bagi TENTARA RAKYAT. MERDEKA.
TANCEP KAYON
SUD.
Pengamat Wayang.
Semarang – Geguritan: MAWAR – OLEH Rpmp Dr. Ign. Kuntoro Wiryomartono SJ – Sauara : Romo Dr. B. Subanar SJ – “ … Apa tembungku nyangking wangi? …” – Minggu, 6 Oktober 2024.
