Parpol-parpol yang punya kursi di DPRD Jakarta, kecuali PDI-P, telah menampik Anies Baswedan sebagai Calon Gubernur Jakarta. Habislah dia. Tapi, pada 20 Agustus 2024, dia hidup lagi. Pasalnya, MK membolehkan Parpol nir DPRD mencalonkan Cagub Jakarta. Itulah ESUK TEMPE SORE DHELE.
ESUK TEMPE SORE DHELE juga ada dalam diri raja Trajutrisna, Boma Narakasura. Merasa Dewi Haknyanawati tak mencintainya, dia merelakan adiknya, Samba, kawin dengannya. Tapi karena bujukan Garuda Wilmuka, dia berubah sikap. Samba dijur-jur dalam cerita Samba Juwing.
Sikap Prabu Boma bisa disepadankan dengan Keputusan MK. Dia telah membongkar persyaratan Cagub dan Cawagub. Sehingga PDI-P, Partai Buruh, Partai Gelora dll. bisa mengusung jago-jago-nya, sebagai Bacagub dan Bacawagub Jakarta. Bila itu yang terjadi, Anies yang sudah usai, bisa hidup kembali.
Dia mengaku, bahwa komunikasi intensif selalu dilakukan dengan PDI-P. Tapi apakah dia yang akan diusung oleh PDI-P, ya belum tentu. Soalnya, apakah Banteng Moncong Putih itu sudah bisa melupakan tragedi ideologi, yang terjadi pada Pilgub DKI 2017?
Seperti halnya cerita Samba Juwing, yang karena ESUK TEMPE SORE DHELE, telah mencipta cerita Gojali Suta, dimana Boma harus berkelai melawan ayahandanya sendiri, kita berharap agar tidak sampai kesitu. Mari kita tunggu, apakah dalam pendaftaran Cagub dan Cawagub Jakarta, yang akan dilakukan pada 27 – 29 Agustus 2024, Anies Baswedan masih bisa berjaya atau sebaliknya. MERDEKA.
TANCEP KAYON.
SUD
Pengamat Wayang
Semarang – Romo Ign. Kuntoro Wiryomartono SJ. MAWAR: … Mawar sing wingi mekar, sak-iki ngebaki latar … Suara: Romo Gregorius B. Subanar SJ –Rabu, 21 Agustus 2024.
