Asal-Usul Wayang Sasak

Wayang Sasak adalah pemberian nama terhadap wayang kulit yang berkembang di Lombok Nusa Tenggara Barat.  Nama sasak kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan. Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak disebut menjadi satu dengan Pulau Lombok. Yakni Lombok Sasak Mirah Adhi. Dalam tradisi lisan warga setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata “sa’-saq” yang artinya yang satu. Kemudian Lombok berasal dari kata Lomboq yang artinya lurus. Maka jika digabung kata Sa’ Saq Lomboq artinya sesuatu yang lurus. banyak juga yang menerjemahkannya sebagai jalan yang lurus (wikipedia.org/wiki/Suku_Sasak)

Wayang kulit di Lombok diperkirakan masuk bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Agama Islam masuk Lombok pada abad 16 yang dibawa oleh Sunan Prapen putra dari Sunan Giri.  Sunan Giri dikenal sebagai penggubah wayang gedog dan beliau bersama Pengeran Trenggono (Sunan Kudus) menciptakan wayang “Kidang Kencana” pada tahun 1477 sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa Sunan Prapen membawa wayang ke Lombok. Namun ada juga yang berpendapat bahwa wayang di Lombok diciptakan oleh pangeran Sangupati.  Ia adalah seorang mubalig Islam. Hanya saja data yang  pasti tentang asal usul dan pencipta wayang di Lombok belum ada. (Wayang Sasak 1987 : 5)

Sunan Prapen Merupakan raja ke 4 dinasti Giri kedaton. Merupakan anak dari Sunan Dalem penerus Giri yg ke 2. Sunan Prapen lahir tahun 1432 saka atau 1510 Masehi. Pada umur 46 tahun menjadi raja Giri ke 4 bertepatan tahun 1556 M. Dan meninggal dunia tahun 1605 M. Umur Sunan Prapen 95 tahun. Dan memimpin kerajaan Giri Kedaton selama 49 tahu.