SUYANTO, lengkapnya DR. Suyanto, S.Kar., MA.,  dikenal sebagai dalang wayang Malangan. Ia lahir di Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Ibu Kota Malang, Jawa Timur, pada tanggal 13 Agustus 1960. Meskipun bukan trah dalang tetapi sejak kecil sangat suka dengan wayang.  Atas dorongan itu sejak kecil suka mendengarkan siaran radio Wonocolo yang sangat sering menyiarkan Ki Nartosabdho.  Pengaruh itulah mendorong Suyanto menekuni bidang pedalangan dengan berguru kepada para dalang terkenal wayang Malangan di daerahnya yaitu Ki Wuryan Wedhar Carita, Ki Paimin, dan Ki Kartono, kemudian diteruskan pembelajaran ke ASKI Surakarta tahun 1981.

Sambil bekerja sebagai pengajar di ISI Surakarta, Suyanto melanjutkan studi tentang wayang Malangan itu ke Sydney University Australia, hingga mencapai gelar M.A. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dengan judul disertasi  “Metafisika Dalam Lakon Wahyu Makutharama Relevansinya Bagi Kepemimpinan”dalam Program Studi Ilmu Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen, ia sering diminta sebagai juri lomba pedalangan. Suyanto juga masih aktif  mendalang dalam festival-festival, ruang apresiasi, maupun perhelatan. Meskipun ia juga bisa mendalang gaya Surakarta, tetapi ia lebih menonjol sebagai dalang wayang Malangan, dengan dialek Jawatimuran, dan sulukan gaya Malangannya.

Di bidang intelektual pedalangan ia termasuk pakar filsafat wayang. Di organisasi pewayangan ia duduk sebagai penasihat PEPADI & SENAWANGI. Buku mengenai Pendidikan Budi Pekerti dalam Pertunjukan Wayang hasil  penelitiannya  diterbitkan oleh SENAWANGI  yang kerjasama dengan  Total Indonesia tahun 2012. Bersama dengan Drs. H. Solichin menyusun Buku Tokoh Wayang Terkemuka, diterbitkan oleh Yayasan Senawangi pada tahun 2014. Suyanto termasuk dosen yang banyak melakukan penelitian dan rajin menulis karya-karya ilmiah mengenai pewayangan, yang diterbitkan dalam berbagai jurnal dan buku.