Dr. SUGENG NUGROHO, S.Kar., M.Sn., lahir di Wonogiri, 14 September 1965. Gelar Seniman Karawitan diraih di Jurusan Pedalangan Akademi Seni Karawitan Indonesia Sura­karta pada tahun 1988, dengan karya akhir berjudul Pakeliran Padat Lakon Sumilaking Pedhut Prayasa. Gelar Magister Seni diraih di Program Studi Pengkajian Seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta pada tahun 2003, dengan tesis berjudul Studi tentang Pertunjukan Wayang Kulit Enthus Susmono. Gelar Doktor diraih di Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 2012, dengan disertasi berjudul Sanggit dan Garap Lakon Banjaran Pertunjukan Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta.

Sejak 1998 sampai sekarang ia bekerja sebagai dosen S1 Program Studi Seni Pedalangan pada Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta, dengan spesiali­sasi mata kuliah Kritik Pedalangan. Sejak 2013 ia juga mengajar jenjang S2 pada Program Studi Pengkajian Seni Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta, dengan spesialisasi mata kuliah Kajian Seni. Pada tahun 2008–2009 pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Seni Pedalangan Institut Seni Indonesia Surakarta. Sejak tahun 2013 sampai sekarang ia menjabat sebagai Kepala UPT. Pusat Pengkajian Wayang Institut Seni Indonesia Surakarta; dan sejak bulan Maret 2014 ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Reviewer Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Institut Seni Indonesia Surakarta. Di kalangan seniman ia dipercaya sebagai Sekretaris Yayasan Sesaji Dhalang ’93 (1993–2000); Sekretaris Guyub Dhalang Surakarta (2004–sekarang); Sekretaris Dewan Kesenian Surakarta (2008–2012); dan sebagai Seksi Pendidikan dan Hubungan Masyarakat pada Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Wilayah Jawa Tengah (2013–sekarang).

Pengalamannya sebagai penyunting jurnal ilmiah antara lain pada jurnal Seni Pertunjukan Indonesia terbitan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (1990–1996); jurnal Wiled terbitan STSI Surakarta (1994–1995); jurnal Gelar terbitan STSI Surakarta (1998–2000); jurnal Lakon terbitan Jurusan Pedalangan STSI Surakarta (2006–2008); Jurnal Dewaruci terbitan Program Pascasarjana ISI Surakarta (2006–sekarang); dan berbagai judul buku terbitan Program Pascasarjana ISI Surakarta (2007–sekarang).

Sejak 1991 sampai sekarang ia aktif melakukan penelitian tentang dunia pewayangan, bahkan saat ini sedang menyelesaikan proyek penelitian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun II tentang desain wayang pada batik. Beberapa artikel ilmiahnya telah dimuat di berbagai majalah, jurnal ilmiah dan buku bunga rampai, antara lain di majalah Gatra Warta Wayang (1989 dan 1990); jurnal Seni Per­tunjukan Indonesia (1991 dan 2003); jurnal Seni (2003); jurnal Dewaruci (2003, 2007, 2011); jurnal Lakon (2007 dan 2008); jurnal Langö (2009); buku Nilai-nilai Seni Pewayangan (1993); buku Indonesian Heritage: Performing Arts (1998); buku Teaching Grant II: Sosial (2007); dan buku Seni dalam Dimensi Bentuk, Ruang, dan Waktu (2009). Selain itu, beberapa karya kritiknya pernah dimuat di surat kabar Solopos, Suara Merdeka, dan Kedaulatan Rakyat.

Ia juga sering berperan sebagai pembicara di berbagai seminar seni pertunjukan, juri lomba pedalangan, dan pengamat festival pedalangan. Pada tanggal 5–14 April 2008 ia bersama dengan Purbo Asmoro memberi workshop dan melakukan pentas pedalangan pada “Festival Internasional Teater” di La Paz, Bolivia, Amerika Selatan.