RAFAN S. HASYIM lahir di Cirebon, 9 Mei 1967 memiliki nama lengkap R. Achmad Opan Safari Hasyim dengan panggilan akrab Opan. Ia beristrikan Eroh Maesaroh dan dikaruniai dua orang putri Mutiara Zulfiyah Rafania dan Emilia Muftuhatul Fikroh. Opan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Kedaung Cirebon (lulus 1981), SMP Negeri 3 Cirebon (1984), SMA Negeri 4 Cirebon (1987). Kuliah di IAIN Sunan Gunung Jati Cirebon lulus (1994) dan program megister filologi di Unpad (2009). Di samping sebagai PNS di MTs Negeri Karangkendal Cirebon, juga sebagai dosen di IAIN Syekh Nurjati dan ISIF Cirebon. Opan mengenal wayang kulit Cirebon sejak kecil. Nama-nama tokoh wayang diperolehnya dari komik wayang karya R.A. Kosasih yang ia pinjam dari pamannya, R. Syarif Zaenal Arifin. Ketika masih di SD, Opan kecil sangat gemar menonton pergelaran wayang kulit, terutama apabila di desanya diadakan acara tradisi desa seperti sedekah bumi, mapag sri, barikan dan lain sebagainya yang mewajibkan mempergelarkan kesenian wayang kulit, maka kesempatan itu tak ia sia-siakan. Memasuki usia remaja, opan yang memang memiliki bakat melukiskan, sangat gemar menggambar wayang, sampai-sampai kaos olah raganya digambar wayang, sehingga teman-teman satu kelas di SMP-nya pun meminta kaosnya untuk digambar wayang. Sejak itu ia dikuluki Opan Wayang. Keinginannya untuk bisa menggambar wayang seperti bentuk aslinya baru tercapai ketika Opan duduk di SMA. Opan yang bertetangga dengan Ki Gluwer, salah seorang dalang kenamaan Cirebon, sering meminjam wayang-wayang milik dalang tersebut untuk dijiplak pada sehelai kertas. Ketika duduk di bangku perkuliahan, ada seorang temannya yang juga menggemari wayang, Purjadi namanya (sekarang menjadi dalang wayang kulit). Dengan Purjadi, Opan sering diajak menonton pergelaran wayang kulit dan diperkenalkan dengan dalang-dalang kondang Cirebon. Dari perkenalannya dengan para dalang tersebut, Opan banyak pengetahuan tentang wayang mulai dari nama-nama wayang, wanda wayang, lakon dan filsafat wayang, dan lain sebagainya. Kegemaran pada wayang serta bakatnya melukis ia tuangkan pada lukisan kaca. Karya-karyanya yang kebanyakan mengambil objek gambar wayang banyak diminati baik oleh penggemar wayang maupun para kolektor lukisan. Pada 2006 Opan kerap mengadakan pameran ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali, sehingga ia bertemu dengan Dr. Mas’ud Thoyib, MA, salah seorang yang mengagumi karya-karya Opan. Oleh karena ia adalah salah seorang direksi TMII (Taman Mini Indonesia Indah), menjadikan Opan yang juga memiliki pengalaman tentang filologi dan naskah-naskah, sering mengisi acara seni-seni pertunjukan di Jakarta.