Rincian

Sagio

SAGIO, adalah perupa wayang, ahli tatah, dan sungging wayang kulit gaya Yogyakarta. Menjalani usaha sebagai pengrajin yang kreatif dengan mengangkat wayang sebagai cinderamata melalui Griya Ukir Kulit miliknya di Dusun Gendeng, Bangun Jiwo, Bantul, DI Yogyakarta.

Tahun 1990, Sagio mendapat anugerah Upakarti dari Presiden Soeharto atas pengabdiannya, serta penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia pun mendapat kesempatan berpameran keliling dunia, antara lain ke Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis, Selandia Baru, China, Italia, dan Jerman.

Sagio juga menulis buku Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta; Morfologi, Tatahan, Sunggingan, dan Teknik Pembuatannya bersama adiknya, Samsugi. Sebanyak 178 illustrasi tokoh wayang dalam buku itu dia gambar sendiri.

Sagio belajar membuat wayang dari sang ayah, Joyo Perwito. Tahun 1967 hingga 1975, Sagio memperdalam keterampilan memahat wayang dengan berguru kepada seorang empu wayang, M.B. Prayitno Wiguno alias Mbah Bundu dari Keraton Yogyakarta. Berkat kemampuan dan dedikasinya Ia diangkat sebagai abdi dalem Keraton Ngayogyakarta.

Sagio mempunyai kekhawatiran akan  terputusnya generasi pembuat wayang. Berkaca dari pengamatannya bahwa dulu di daerah Kedu dan Kaligesing, Purworejo, terkenal dengan wayang yang tatahannya bagus, bahkan menciptakan semacam gaya tersendiri yang khas, namun sekarang tinggal kenangan. Hal inilah  yang mendorong Sagio tetap setia menggambar dan memahat wayang. Meski tidak ada pesanan pun, dia tak ingin meninggalkan wayang yang telah menyatu dengan hidupnya.

Lokasi

Info Kontak

  • Address
    Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia