KASIDI HADIPRAYITNO, Prof. Dr. Lahir di bantul 28 Mei 1959. Kini dosen Jurusan Seni Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Disamping itu juga dosen Luar Biasa pada Jurusan sastra Daerah Fak. Ilmu Budaya UGM Yogyakarta (1995-2001). Dosen Luar Biasa Bahasa Indonesia pada Fak. Ekonomi Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta (1996/1997-2003). Penelitian maupun penulisan yang pernah dilakukan antara lain :

  1. Perunutan Suluk Wayang Kulit Gaya Yogyakarta (1986)
  2. Ragam lakon Dalam sastra Pewayangan (1988)
  3. Dalang dan Seni Pertunjukan Wayang yang berwawasan Lingkungan hidup (1989)
  4. Palasara Rabi Dalang Ki Hadisugito (1992)
  5. Lakon wayang Kulit Purwa Palasara Rabi : Suntingan Teks dan Analisis Struktural (1995)
  6. Inovasi dan Transformasi Wayang Kulit (1998)
  7. Bentuk Jejeran dan Adegan Perang Pedalangan Yogyakarta : Analisis Struktural dan Makna (1999)
  8. Suluk wayang Kulit Purwa gaya Yogyakarta: Sistem Pewarisan Tradisi Lisan (2000)
  9. Filosofi Wayang (2003)
  10. Bharatayuda; Dimensi Religi dan Budaya dalam Serat Bharatayuda (2004)
  11. Teori Estetika Untuk Seni Pedalangan (2004)
  12. Smaradahana (1995)
  13. Ontran-ontran Mandura (1996)
  14. Dewa Ruci (1997)
  15. Pergiwa-Pergiwati (1997)
  16. Babad Alas Mertani (1999) dll.

KASIDI HADIPRAYITNO dilahirkan di lingkungan seni pedalangan pada 28 Mei 1959, ayahnya adalah salah satu dalang terkenal gagrag Ngayogyakarta Hadiningratdari Yogyakarta, bernama Ki Timbul Hadiprayitno KMT Cermomanggolo almarhum yang lahirdarirahim seorang ibu NyTuginem asal Pundong, Bantul. Kasidi tumbuh menjadi dalang secara turun temurun dari orang tuanya.Sejaktahun 1974 klas satu SMP telah menjadi dalang mewakili ayahnya di siang hari.Ketika menginjak remaja sekelas SMA telah berani tampil mendalang malam hari.Walaupun kemudian harus mendapat teguran dari sang ayah agar melanjutkan studinya dulu. Teguran sang ayah menjadi cambuk semangat dirinya terusm elanjutkan studi sampai keperguruan tinggi. Namun di sela-sela kesibukan studinya itu ternyata juga tetap mendalang, bahkan memperoleh gelar dari kraton Yogyakarta pangkat RiyoBupati Anom KawindroWinoto. Di samping sebagai dalang bercorak masa kini, beberapa kali pernah juga dipercaya untuk mendalang ruwatan Murwakala.Karir pendidikan tertinggi mampu diperoleh ki Kasidi Hadiprayitno dengan memperoleh derajat Doktor dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2009 setahun kemudian April tahun2010  mendapat gelar Guru Besar dalam bidang ilmu Pedalangan sampai sekarang masih menjadi pengajar dengan base campnya Institut Seni Indonesia Yogyakarta,  jugamengajar di Filsafat UGM, PascaSarjana UGM, PPS Unes Semarang, STSI Bandung, dan PPS ISI Surakarta.  Beberapa negara pernah dikunjungi dalam rangka pementasan wayang dan semimar wayang,  misalnya di India, Austria, Inggris, Italy, Elkisehir Turki, Washington DC, dan Malaya University. Sebagai seorang guru dansekaligusdalang, tetapjugakebiasaanmenulisbukutentangfilsafat, wayang dan seni menjadi perhatian utamanya.